Jumat, 11 September 2009

Kesehatan Mental Remaja

Dalam psikologi perkembangan remaja dikenal sedang dalam fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran
dan persoalan. Fase perkembangan remaja ini berlangsung cukup lama kurang lebih 11 tahun, mulai usia 11-19 tahun pada wanita dan 12-20 tahun pada pria. Fase perkebangan remaja ini dikatakan fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan adalah karena dalam fase ini remaja sedang berada di antara dua persimpangan antara dunia anak-anak dan dunia orang-orang dewasa.
Kesulitan dan persoalan yang muncul pada fase remaja ini bukan hanya muncul pada diri remaja itu sendiri melainkan juga pada orangtua, guru dan masyarakat. Dimana dapat kita lihat seringkali terjadi pertentangan antara remaja dengan orangtua, remaja dengan guru bahkan dikalangan remaja itu sendiri.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara singkat dapat dijelaskan bahwa keberadaan remaja yang ada di antara dua persimpangan fase perkembanganlah (fase interim) yang membuat fase remaja penuh dengan kesukaran dan persoalan. Dapat dipastikan bahwa seseorang yang sedang dalam keadaan transisi atau peralihan dari suatu keadaan ke keadaan yang lain seringkali mengalami gejolak dan goncangan yang terkadang dapat berakibat buruk bahkan fatal (menyebabkan kematian).(Syah, 2001)

Namun, pada dasarnya semua kesukaran dan persoalan yang muncul pada fase perkembangan remaja ini dapat diminimalisir bahkan dihilangkan, jika orangtua, guru dan masyarakat mampu memahami perkembangan jiwa, perkembangan kesehatan mental remaja dan mampu meningkatkan kepercayaan diri remaja.Persoalan paling signifikan yang sering dihadapi remaja sehari-hari sehingga menyulitkannya untuk beradaptasi dengan lingkungannya adalah hubungan remaja dengan orang yang lebih dewasa, terutama sang ayah, dan perjuangannya secara bertahap untuk bisa membebaskan diri dari dominasi mereka pada level orang-orang dewasa.

Seringkali orangtua mencampuri urusan-urusan pribadi anaknya yang sudah remaja dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut, “Dimana kamu semalam?”, “Dengan siapa kamu pergi?”, “Apa yang kamu tonton?” dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut pada dasarnya ditujukan oleh orangtua adalah karena kepedulian orangtua terhadap keberadaan dan keselamatan anak remajanya. Namun ditelinga dan dipersepsi anak pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti introgasi seorang polisi terhadap seorang criminal yang berhasil ditangkap.

Menurut pandangan para ahli psikologi keluarga atau orangtua yang baik adalah orangtua yang mampu memperkenalkan kebutuhan remaja berikut tantangan-tantangannya untuk bisa bebas kemudian membantu dan mensupportnya secara maksimal dan memberikan kesempatan serta sarana-sarana yang mengarah kepada kebebasan. Selain itu remaja juga diberi dorongan untuk memikul tanggung jawab, mengambil keputusan, dan merencanakan masa depannya. Namun, proses pemahaman ini tidak terjadi secara cepat, perlu kesabaran dan ketulusan orangtua di dalam membimbing dan mengarahkan anak remajanya.

Selanjutnya para pakar psikologi menyarankan strategi yang paling bagus dan cocok dengan remaja adalah strategi menghormati kecenderungannya untuk bebas merdeka tanpa mengabaikan perhatian orangtua kepada mereka. Strategi ini selain dapat menciptakan iklim kepercayaan antara orangtua dan anak, dapat juga mengajarkan adaptasi atau penyesuaian diri yang sehat pada remaja. Hal ini sangat membantu perkembangan, kematangan, dan keseimbangan jiwa remaja. (Mahfuzh, 2001)

Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa remaja tidak selalu dapat tertangani secara baik. Pada fase ini di satu sisi remaja masih menunjukkan sifat kekanak-kanakan, namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa oleh lingkungannya. Sejalan dengan perkembangan sosialnya, mereka lebih konformitas pada kelompoknya dan mulai melepaskan diri dari ikatan dan kebergantungan kepada orangtuanya, dan sering menunjukkan sikap menantang otoritas orangtuanya.

Remaja yang salah penyesuaian dirinya terkadang melakukan tindakan-tindakan yang tidak realistis, bahkan cenderung melarikan diri dari tanggung jawabnya. Perilaku mengalihkan masalah yang dihadapi dengan mengkonsumsi minuman beralkohol banyak dilakukan oleh kelompok remaja, bahkan sampai mencapai tingkat ketergantungan penyalahgunaan obat terlarang dan zat adiktif.

Berkaitan dengan pelepasan tangung jawab, dikalangan remaja juga sering dijumpai banyak usaha untuk bunuh diri. di Negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, Selandia Baru, masalah bunuh diri dikalangan remaja berada pada tingkat yang memprihatinkan. Sedangkan dinegara berkembang seperti Indonesia, perilaku tidak sehat remaja yang beresiko kecelakaan juga banyak dilakukan remaja, seperti berkendaraan secara ugal-ugalan. Hal lain yang menjadi persoalan penting dikalangan remaja disemua negara adalah, meningkatnya angka delinkuensi. Perilaku tersebut misalnya keterlibatan remaja dalam perkelahian antar sesame, kabur dari rumah, melakukan tindakan kekerasan, dan berbagai pelanggaran hukum, adalah umum dilakukan oleh remaja.
Kesehatan mental masyarakat pada dasarnya tercermin dari segi-segi kesehatan mental remaja. Makin tinggi angka delikuensi, bunuh diri remaja, penggunaan obat dan ketergantungan pada zat adiktif, berarti kesehatan mental masyarakat makin rendah.Usaha bimbingan kesehatan mental sangat penting dilakukan dikalangan remaja, dalam bentuk program-program khusus, seperti peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental, penyuluhan tentang kehidupan berumah tangga, hidup secara sehat dan pencegahan penggunaan zat-zat adiktif, serta penyuluhan tentang pencegahan terhadap HIV/AIDS, dan sejenisnya.

Program kesehatan mental remaja ini dapat dilakukan melalui institusi-institusi formal remaja, seperti sekolah, dan dapat pula melalui intervensi-intervensi lain seperti program-program kemasyarakatan, atau program-program yang dibuat khusus untuk kelompok remaja.

Alasan Itu Penyakit Atau Kepintaran ?

99% kegagalan datang dari orang yang punya kebiasaan suka membuat alasan,
begitu kata George Washington Carver.
Daripada mencari jalan keluar, mereka memilih untuk membuat 1001 dalih mengenai kegagalan mereka. Alhasil, kesempatan belajar pun terlewatkan begitu saja.
Dalam buku The Magic of Thinking Big, David J. Schwartz menjelaskan mengenai penyakit pikiran yang mematikan alias penyakit dalih (excuisitis).
Orang-orang gagal senantiasa berdalih mengenai kegagalan mereka.
Penyakit dalih tersebut biasanya muncul 4 bentuk, yaitu:
-dalih kesehatan
-dalih inteligensi
-dalih usia
-dalih nasib
1. Dalih kesehatan biasanya ditandai dengan ucapan,
"Kondisi fisik saya tidak sempurna",
"Saya tidak enak badan",
"Jantung saya lemah",
dan sejenisnya. Orang sukses tidak pernah menganggap cacatnya itu sebagai hambatan. Saya punya sahabat dekat yang menderita polio namun dikenal sebagai dokter spesialis ginjal sukses dan murah hati.
Sejumlah besar tokoh-tokoh dunia bahkan punya cacat fisik. Presiden Amerika ke-32 Franklin Delano Roosevelt menderita polio, Shakespeare lumpuh, Beethoven tuli, Napoleon Bonaparte memiliki postur tubuh yang sangat pendek.

2. Dalih inteligensi ditandai dengan ucapan,

"Saya kan tidak pintar",
"Saya kan bukan rangking teratas",
"Dia lebih pandai",
dan sejenisnya. Inilah dalih yang paling umum ditemukan. Tanpa bermaksud mengecilkan arti sekolah, saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa tidak perlu jadi profesor agar Anda bisa sukses.

3. Dalih usia yang ditandai dengan ucapan,

"Saya terlalu tua",
"Saya masih terlalu muda",
"Biarkan yang lebih tua yang duluan",
dan sejenisnya. Padahal tidak ada batasan usia dalam meraih sukses. Kolonel Sanders memulai usahanya di usia 65 tahun.

4. Dalih nasib, misalnya dengan mengatakan,

"Aduh, nasib saya memang selalu jelek",
"Itu sudah nasibku",
"Itu memang takdir"
Memang amat mudah untuk selalu menyalahkan nasib. Padahal nasib kita ditentukan oleh kita sendiri. Tuhan telah memberikan hidup dengan sejumlah pilihan. Lihatlah betapa banyaknya orang yang memilih berdiam diri daripada melakukan apa yang bisa mereka perbuat. Padahal apapun yang layak diraih layak diupayakan dengan seluruh kemampuan yang kita miliki. Sayangnya, potensi diri ini kerap hanya terkubur karena kebiasan kita membuat dalih jika apa yang kita kerjakan tidak berjalan sesuai harapan kita atau hasilnya tidak segera kelihatan.
Gaya hidup modern yang serba instant secara tidak langsung membuat kita sering mengharapkan hasil yang instant pula. Kita kepengen sekali makan durian tanpa mau menanam, menyiram, memupuki dan merawat pohonnya.
Kalau orang gagal senantiasa berkata "itu tidak mungkin berhasil" maka orang sukses lebih suka berkata "mengapa tidak mencobanya dulu ?". Daripada membuat alasan, orang sukses memilih untuk mencari cara mewujudkan impian mereka. Daripada berdiam diri dan menunggu datangnya kesempatan, mereka memilih pergi keluar dan menemukan kesempatan itu. Bahkan mereka mampu menciptakan kesempatan dalam kesempitan. E.M. Gray menegaskan, orang-orang sukses mempunyai kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan orang gagal.
Jika saat ini Anda masih suka membuat dalih, buatlah komitmen untuk mengubah kebiasaan itu. Jangan biarkan potensi diri Anda dibelenggu oleh dalih-dalih Anda. Ingat selalu nasihat Theodore Roosevelt, "Lakukan apa yang Anda bisa, dengan apa yang Anda miliki, di mana pun Anda berada."
Sebagai akhir, ijinkanlah saya membagikan kepada Anda sebuah syair dari Afrika berjudul Perlombaan Saat Matahari Terbit. Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada singa tercepat.
Jika tidak, ia akan terbunuh. Setiap pagi seekor singa bangun, ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada rusa terlamban. Jika tidak, ia akan mati kelaparan. Tidak penting apakah Anda adalah sang rusa atau sang singa. Saat matahari terbit, Anda sebaiknya mulai berlari.
Salam SUKSES SELALU dan TETAP SEMANGAT

Kamis, 10 September 2009

Hati-hati Darah Kental Pada Usia Muda

Jika anda sering mengalami migrain, sebaiknya perlu diwaspadai. Sakit kepala sebelah yang kerap menimpa anda mungkin saja
merupakan gejala awal dari sindrom darah kental. Sindrom darah kental adalah serangkaian gejala yang muncul akibat kekentalan darah berlebihan. Akibat darah terlalu kental, aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak lancar. Pasokan oksigen ke sel-sel tubuh pun terhambat. Migrain adalah salah satu gejala karena pasokan oksigen ke otak tersendat. Darah menjadi kental karena kekurangan cairan darah atau trombosit (zat yang berperan dalam pembekuan darah) sehingga mudah lekat satu sama lain. Bila seseorang memiliki kolesterol tinggi atau punya kebiasaan merokok,
darah yang sudah kental semakin susah mengalir.
Kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah membuat penampang pembuluh darah menyempit. Adapun asap rokok akan merusak lapisan dinding pembuluh darah bagian dalam (endotel). Endotel ini turut mengaktifkan sistem pembekuan darah. Apabila endotel rusak, trombosit akan mudah melekat satu sama lain. Hambatan-hambatan dalam pembuluh darah ini dikenal sebagai trombosis. Trombosis bisa terjadi di seluruh pembuluh darah. Karena itu, dampaknya tergantung dari bagian pembuluh darah yang terhambat. Jika trombosis terjadi di pembuluh otak, akan terjadi stroke. Sementara itu, pada pembuluh jantung akan menyebabkan serangan jantung.
Sekarang semakin banyak orang muda, yakni mereka yang berusia 18-45 tahun, menderita kekentalan darah. Hal itu diketahui setelah pasien melakukan serangkaian pemeriksaan darah. Pada sejumlah kecil penderita darah kental, penyebabnya adalah genetis (diturunkan). Karena itu, mereka ini berisiko mengalami trombosis pada usia muda. Mereka yang memiliki darah kental secara genetik harus minum obat antikoagulan (antipenggumpalan) seumur hidup. Pasien biasanya datang dengan
keluhan pusing, migrain, pandangan berputar (vertigo), telinga berdenging (terkadang tuli mendadak), serta penglihatan terganggu.

VERTIGO

Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah: puyeng, sempoyongan, mumet, pusing, pening, tujuh keliling, rasa mengambang, kepala terasa enteng, rasa melayang. Vertigo perlu dipahami karena merupakan keluhan nomer tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek umum, bahkan orang tua usia sekitar 75 tahun, 50 % datang ke dokter dengan keluhan vertigo.

Perkataan vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar.
Pengertian
vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.

Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer, kelainan pada telinga sering menyebabkan vertigo. Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, dokter THT-KL biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi).

GEJALA

Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar. DIAGNOSA

Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo.

Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam teling.

Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup.

Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran.

Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf.

Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang.

Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.
PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.

Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah dengan memperlancaran aliran darah.

Hidup dengan atau tanpa diabetes?

DIABETES, penyakit yang sudah memasyarakat. Tak mengherankan mengingat pola hidup kita yang makin berantakan, serta kurangnya
pengetahuan mengenai diabetes. Pola makan yang tak seimbang & tak pernah berolahraga, merupakan penyebab diabetes yang paling umum. Tak pernah berolahraga dengan dalih
’tak-sempat- karena-sibuk’, atau terlalu banyak makan makanan manis, fast food, tanpa diimbangi dengan sayur dan buah-buahan dengan alasan ’tak-suka-makan-sayur’, sebetulnya hanyalah alasan saja, bukan? Lantas yang dikambing-hitamkan: sibuk, capek, bahkan makanan favorit seperti cokelat atau hamburger pun ikut disebut-sebut.

Padahal, seharusnya kita tidak lupa untuk memprioritaskan kesehatan sebagai yang utama. Sejauh ini, saya sedang menulis tentang gambaran umum penderita diabetes tipe 2, tipe yang paling sering ditemui. Lalu, yang kurang beruntung adalah penderita diabetes tipe 1, karena konon, tipe yg ini sangat sulit disembuhkan. Orang dengan tipe ini, sering kali disebut org yg hidup dengan diabetes. Diabetes tipe kedua pun sama berbahayanya jika dibiarkan saja tanpa ada tindak lanjut dari si penderita. Bahkan beberapa ahli mengatakan dapat menyebabkan kematian mendadak. Sekarang sudah marak sekali obat-obatan yang ditawarkan di pasar untuk menyembuhkan diabetes.

Tapi, masalahnya adalah benarkah
diabetes dapat disembuhkan oleh obat? Mengapa kebanyakan orang yg terkena diabetes dan mengkonsumsi obat-obatan, tak kunjung sembuh, dan mungkin akan menyebabkan kerusakan pada organ lain seperti ginjal dan hati? Atau bahkan diabetes sembuh, tapi kolestrol meningkat? Hal tersebut adalah efek samping obat yang dikonsumsi. Hal ini juga mungkin karena tidak semua obat menyembuhkan langsung ke akarnya, tidak langsung memperbaiki sel yang rusak, alias tidak menggunakan metode holistik.

Ada juga yang sudah melakukan diet ketat tetapi tidak berhasil juga. Semua makanan yang kita konsumsi, jika sudah masuk ke dalam tubuh, akan masuk ke dalam satu siklus dari antara 2 siklus, yaitu siklus Krebs dan siklus bernama Cori. Jika makanan masuk ke siklus krebs, maka makanan akan diolah menjadi energy dan diolah menjadi zat-zat menguntungkan lainnya, tetapi utuk dapat masuk ke siklus ini, dibutuhkan vitamin-vitamin(B1,B2,B3,B5), oksigen, dan alpha lipoic acid. Dan, bila tidak masuk ke siklus krebs, maka akan masuk ke siklus Cori dan akan menghasilkan sederet penyakit seperti stress, high-cholestrol, obesitas, diabetes, dan lain-lain. Sedikit referensi sebelum Anda membeli obat, sebaiknya anda pastikan bahwa obat tersebut mengandung vitamin yang sangat lengkap (dalam 1 obat saja) dan sebaiknya mengandung nutrisi yang tinggi untuk sel (cell nourishment).

Berolahraga serutin mungkin sangat baik bagi kesehatan. Tapi jangan diforsir.. Alternatif olahraga lain selain fitness (jika Anda malas), Anda dapat mencoba yoga, taichi atau mungkin kelas tari, dll. Pengobatan tradisional seperti menggunakan jamu, atau merebus daun, belum tentu berhasil pada setiap penderita karena kondisi penyakit yg berbeda-beda meskipun tipe diabetesnya sama. Sedangkan mengkonsumsi vitamin secara berlebihan dapat menyebabkan radikal bebas. Lagipula, vitamin yang kurang bermutu akan sulit untuk diserap tubuh dan lebih banyak dikeluarkan melalui proses eksresi.

Seorang dokter terkenal berkebangsaan Amerika bernama Bernard Jensen, yang terkenal dengan julukan ‘Father of holistic health’ memiliki sebuah filosofi yaitu: best doctor is our body and best medicine is our food. Semasa hidupnya, dokter Jensen pernah divonis kanker prostate, tetapi mengingat Ia seorang dokter yang hebat dan berpikiran panjang, Ia tidak menjalani operasi apalagi kemoterapi, padahal stadium kankernya sudah lumayan parah. Berkat penerapan filosofinya, ia selalu mengkonsumsi
makanan yang bergizi dan juga beliau meminum beberapa food suplemen, ia berhasil sembuh! Pada usianya yang ke 90, ia telah meninggal tanpa ada suatu penyakit apapun, melainkan karena usia tua. Dan saat dilakukan penelitian terhadap kulitnya, sungguh hal yang luar biasa karena kulitnya sangat sehat seperti orang berusia 25 tahun! Saya rasa filosofi ini pun dapat diterapkan oleh Anda, karena salah 1 kunci terpenting memerangi diabetes adalah dengan makanan, meski repot dan menyusahkan, bila Anda sungguh-sungguh berjuang melawan diabetes, syukur-syukur Anda bisa hidup tanpa diabetes!

Mencegah Serangan Jantung Dengan Menekan Cholesterol

Seperti kita ketahui bersama Penyakit jantung koroner merupakan salah satu pembunuh nomor satu di dunia, banyak kasus pasien
dengan jantung koroner yang meninggal, padahal kalau kita lihat terasa fisik, orang dengan sakit jantung koroner tidak berbeda dengan orang sehat atau bahkan bagi penderita sendiri kadang kadang menganggap enteng hal ini karena memang kalau tidak sedang ada serangan semuanya terlihat tidak berbeda dengan orang sehat.
Penyakit ini sendiri di sebabkan oleh karena proses pengapuran pada dinding pembuluh darah kita , yang sesungguhnya merupakan suatu proses menua yang alami.Tetapi ada factor factor yang mempercepat proses itu, sehingga hal ini sudah terjadi ketika usia seseorang masih
sangat muda. Beberapa factor yang di kenal sebagai resiko penyakit jantung koroner antara lain ; hipertensi, kolesterol, rokok, kencing manis, stress dan lain sebagainya.Di antara factor factor tersebut , kolesterol memang merupakan factor resiko yang paling utama, nah di buku ini penulis menguraikan tentang upaya upaya untuk menurunkan kolesterol, seperti diet yang ketat dan tepat, kemudian latihan fisik atau olahraga yang terukur dan teratur, dan pemberian obat obat anti kolesterol sebagai langkah terakhir.
Di dalam bukunya,
Dr.H.Faisal Baraas mencoba memberikan gambaran ataupun informasi secara rinci dan detail tentang kolesterol dengan seluruh aspeknya. Dan memang dari daftar isinya di buat secara lengkap,dan gaya penulisan yang sederhana dengan tutur bahasa yang menurut saya,cukup lincah, sistematis sehingga membuat pembaca akan dengan mudah memahami dan mengerti apa yang tertulis di bab yang selanjutnya, benar benar sangat membantu orang awan.
Di dalam bukunya juga terdapat nama nama tokoh ataupun ilmuwan yang cukup berjasa di dalam penelitian tentang jantung koroner sebagai referensi seperti WP.Castelli,Blankenhorn,Havel dan masih banyak nama lagi, Dan tentu saja hal ini semakin menambah isi ataupun kualitas dari buku Dr.H.Faisal Baraas.
Saya sudah membaca buku ini dari awal sampai akhir halaman, banyak hal hal baru dan berguna yang bisa di dapatkan di buku ini.Ini adalah salah satu buku ilmiah yang sangat enak untuk di baca oleh siapapun juga dan memberikan wawasan luas tentang penyakit jantung.

Rabu, 09 September 2009

Mengapa Jantung Terus Berdetak?

sebelum orang dilahirkan, jantungnya sudah dapat berdetak dan akan demikian seterusnya selama orang itu hidupJika kita hitung jantung orang berdetak 60 kali setiap menit, maka jantung seorang kakek berusia 80 tahun telah berdetak kira-kira 2.400 juta kali.

Jantung kita dapat secara terus menerus berdetak karena bentukannya berbeda denganorgan tubuh lainnya. Di dalam jantung terdapat seperangkat jaringan khusus yang masing-masing disebut benjol serambi jantung (nodus sinoatrialis), benjol telinga bilik-jantung (nodus auriculoventricularis), dan ikatan HIS. Ikatan HIS terbagi menjadi banyak cabang kecil yang berbentuk menyerupai jala, meliputi bagian dalam otot bilik jantung sebelah kiri dan kanan. Jaringan khusus itu memiliki keunikan tertentu yang dapat dengan otomatis memberi isyarat dan menimbulkan eksitasi pada otot jantung dan dengan begitu menyebabkan jantung berdetak.

Pernah seorang ilmuwan membius seekor anjing kecil dan kemudian mengeluarkan jantungnya, lalu menuangkan zat cair yang hangat dan banyak mengandung oksigen ke dalam pembuluh nadi tajuk jantungnya supaya otot jantungnya mendapat zat gizi. Ternyata dengan eksperimen seperti itu, jantung anjing kecil tersebut dapat terus berdetak sampai beberapa jam lamanya.

Gambaran di atas menunjukkan bahwa detak jantung ditimbulkan oleh jantung itu sendiri dan jelas bukan bersandar kepada bagian tubuh lainnya yang manapun. Demikian juga halnya dengan jantung manusia. Karena kerja jantung tidak dipengaruhi oleh bagian tubuh yang lain, maka jantung akan terus berdetak. Kalau begitu, apakah aktivitas jantung sama sekali tidak berhubungan dengan sistem saraf?

Tentulah ada dan bahkan tidak sedikit hubungannya. Titik debar jantung membangkitkan impuls dengan irama tetap. Akan tetapi, suatu saat jantung berdetak lebih cepat atau lebih lambat. Cepat atau lambatnya detak jantung ini semuanya tergantung pada pengaturan dari sistem saraf. Sistem saraf yang berhubungan dengan jantung adalah saraf kelana (nervus vagus) dan saraf simpatik (nervus sympathicus). Suatu rangsangan pada saraf kelana dapat menyebabkan titik debar mengalami inhibisi dan menjadikan jumlah detakan jantung berkurang. Sedangkan rangsangan pada saraf simpatik dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Oleh karena itu, pada waktu tidur, detak jantung selalu agak lambat, sedangkan pada saat emosi, jantung seseorang berada dalam keadaan eksitasi atau sedang bekerja berat dan detak jantung menjadi lebih cepat.



Otot Terpenting Dalam Tubuh

Organ tubuh yang terpenting adalah jantung. Ukurannya kira-kira sekepalan tangan orang dewasa dan tersusun dari otot jantung. Sel otot jantung bercabang dan mempunyai satu atau dua nuklei. Seperti sel otot sadar, otot jantung mengandung filamen tebal dan tipis, walalupun tidak tersusun dalam suatu pola yang teratur. Otot jantung hanya terdapat di jantung. Otot ini bukan otot sadar, fungsinya adalah membuat jantung terus berdenyut sepanjang hidup kita.

Jantung bertugas memompakan darah yang mengandung oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh. Ketika kita berolahraga, jantung berdenyut lebih cepat untuk memompakan darah dan memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen yang meningkat. Bila kita sedang ketakutan, jantung juga berdenyut lebih cepat sehingga otot siap bekerja keras bila perlu.

Setiap sisi jantung mempunyai dua ruangan, satu bilik dan satu serambi. Sisi atas disebut serambi, atria, atau aurikel, berdinding tipis dan membesar bila dimasuki darah. Sisi bawahnya yang disebut bilik atau ventrikel, berdinding lebih lebar dan lebih tipis. Sisi atas dan bawah dihubungkan dengan sebuah katup. Sisi kiri jantung yang lebih berotot bertugas memompakan darah ke seluruh tubuh, sementara sisi kanan hanya terlibat dalam peredaran darah kecil. Waktu yang dibutuhkan oleh darah untuk mencapai setiap sel di dalam tubuh kira-kira 20 detik.

Jantung terdiri dari empat bagian, dua serambi (atrium) sebagai ruang penerima dan dua bilik (ventrikel) sebagai ruang pemompa. Bagian tengah jantung dibagi oleh dinding otot yang tebal yang disebut septum. Darah dari vena yang mengandung karbon dioksida mengalir ke serambi kanan dan dipompakan ke bilik kanan, kemudian ke paru-paru untuk menukar karbon dioksida dengan oksigen. Darah yang mengandung oksigen mengalir dari paru-paru ke serambi kiri dan dipompakan dari bilik kiri ke arteri untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Semua pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung disebut pembuluh arteri (pembuluh nadi), dan yang kembali ke jantung disebut pembuluh vena (pembuluh balik). Pembuluh arteri lebih tebal dan berotot karena harus menahan tekanan yang lebih besar.

Otot jantung mendapatkan pasokan darah dari arteri koronari. Jantung berdenyut tanpa berhenti sepanjang hidup kita. Setiap hari jantung harus memompa kira-kira 7.570 liter darah. Untuk melakukan hal ini, jantung berdenyut, atau berkonstraksi dan berelaksasi, rata-rata 70 kali per menit.

Denyut jantung yang terus menerus menimbulkan gelombang untuk menekan darah agar mengalir ke pembuluh arteri. Ini disebut detak atau pulse. Tempelkan jari kalian pada nadi pergelangan tangan dan rasakan detak nadi kalian.


Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Porsche Cars. Powered by Blogger